Testimoni Alumni: Theodorus Kurniawan

Theodorus KurniawanTime flies. Empat tahun saya, Theodorus Kurniawan, menjadi mahasiswa progam studi Teknik Informatika (IF) UNPAR.

Pada bagian perkuliahan, saya merasakan perbedaan yang cukup signifikan antara perkuliahan yang saya bayangkan dengan realitas di prodi IF ini. Sebelum saya kuliah di prodi IF ini, saya membayangkan perkuliahan yang akan saya jalani sama sekali tidak akan dibimbing. Juga para dosen sama sekali tidak peduli dengan mahasiswanya sehingga mahasiswa harus serba mandiri. Faktanya, ternyata di prodi IF UNPAR ini berbeda. Mahasiswa benar-benar dibimbing dan diberi tugas yang cukup untuk memastikan bahwa mahasiswa benar-benar menguasai materi (setidaknya saat itu). Jadi, dosen mau mengerti dengan betul kekurangan serta ketidakmampuan para mahasiswanya.

Metodologi perkuliahannya pun cukup bervariasi. Sebagian kuliah menggunakan pendekatan learning by watching dan sebagian menggunakan learning by doing. Di semester awal kebanyakan perkuliahan menerapkan pendekatan learning by watching karena mata kuliah di semester awal lebih membutuhkan pemahaman disbandingkan dengan pengalaman. Sedangkan pendekatan learning by doing dipraktekkan pada mata kuliah di semester-semester akhir.

Buat saya, pengalaman yang berkesan selama saya menjadi mahasiswa adalah proses pembelajarannya, dimana sang dosen memberi materi dan mahasiswa memperhatikan kemudian mengimplementasikannya. Meskipun materi dapat dikatakan sulit, kebanyakan mahasiswa mampu belajar mandiri dan mengatasi kesulitan tersebut.

Hal lain yang juga berkesan adalah komunikasi antar dosen dengan mahasiswa. Dosen tidak menganggap diri mereka dewa dan menganggap mahasiswa sekedar “objek”. Para dosen  memperhatikan betul pendapat mahasiswa dan menganggap keberhasilan mahasiswa sebagai acuan kesuksesan mereka dalam mengajar. Hal yang bagus juga, beberapa dosen tidak ragu untuk mengakui mereka salah jika memang ada kesalahan yang telah diperbuat.

Selain itu, hal yang berkesan lainnya adalah komunikasi antar mahasiswa. Mahasiswa IF sedikit, tetapi jumlah yang sedikit itu membuat mereka unggul.  Hubungan antar mahasiswa satu dengan yang lainnya cukup dekat. Juga tidak di-“group-by” berdasar pola pikir, ras, agama maupun perihal lainnya.

Hal yang paling saya senangi selama menjadi mahasiswa adalah kektika pada semester 5 dan 6 saya mendapat pengalaman (bukan hanya pengetahuan) mengerjakan projek nyata, yaitu  Sistem Informasi untuk Keuskupan Bandung pada mata kuliah Projek Sistem Informasi. Saya mendapat pengalaman yang benar-benar lengkap, dimulai dari pengalaman menganilisis kebutuhan, pengalaman berkomunikasi baik ke kelompok maupun orang awam, pengalaman bekerja dalam tim, dsb.

Tapi, selama saya menempuh kuliah, ada juga dukanya, yaitu ketika saya harus berada dalam satu kelompok dengan teman-teman pemalas. Mereka sebetulnya tidak bodoh, tetapi malas mengerjakan tugas sehingga pada akhirnya saya harus mengerjakan tugas “secara sendiri”.

by Theodorus Kurniawan & Veronica Moertini

X