Bebras Indonesia Challenge 2017

Computational thinking (CT) belum banyak dikenal dalam dunia pendidikan di Indonesia. CT adalah metode untuk menyelesaikan persoalan (problem solving) dengan menerapkan teknik-teknik dalam bidang informatika. Dalam rangka memperkenalan CT kepada siswa-siswi, guru-guru, dan masyarakat luas, Prof. Valentina Dagiene dari Universitas Vilnius, Lithuania mencetuskan penyelenggaraan Bebras Computational Thinking Challenge (Bebras Challenge).

Kata “bebras” berasal dari bahasa Lithuania yang berarti berang-berang. Bebras Challenge telah diselenggarakan oleh kurang lebih 50 negara, termasuk Indonesia. Indonesia telah tergabung secara resmi dalam komunitas Bebras sehingga telah resmi menjadi National Bebras Organizer (NBO). Hanya terdapat satu NBO dalam sebuah negara. NBO bekerja sama dengan Biro-biro Bebras untuk menyelenggarakan Bebras Challenge. Di Indonesia, biro-biro bebras terdiri dari berbagai perguruan tinggi yang bertugas untuk ‘mengasuh’ sekolah-sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA untuk penyelenggaraan Bebras Challenge. Saat ini, Program Studi Informatika UNPAR telah resmi menjadi salah satu biro Bebras di Indonesia.

Bebras Challenge di Indonesia atau Bebras Indonesia Challenge (BIC) pada tahun 2017 ini diselenggarakan pada tanggal 16 November 2017. BIC dilakukan secara online serentak di berbagai kota. Untuk siswa-siswi SD dan SMP, BIC diselenggarakan pada pk 08.00-09.30 WIB. Sedangkan untuk siswa-siswi SMA, BIC diselenggarakan pada pk 09.30-11.00.

Sebagai biro resmi Bebras Indonesia, Program Studi Informatika (IF) UNPAR telah berperan serta dalam penyelenggaraan BIC. BIC yang diselenggarakan oleh IF UNPAR dilangsungkan di lab komputer SD/SMP Santo Yusup (Jalan Jawa), Bandung dan diikuti oleh 28 orang peserta, yaitu 18 orang peserta dari tingkat SD dan 10 orang peserta dari tingkat SMP.

Sebelum pelaksanaan lomba, diselenggarakan juga pelatihan soal-soal Bebras kepada siswa-siswi pada tanggal 14 November 2017. Walau baru berkenalan dengan CT, para siswa-siswi calon peserta BIC mengikutinya dengan penuh semangat. Soal-soal Bebras, yang disajikan dalam bentuk permainan dengan gambar-gambar, sangat menarik minat peserta. Soal-soal Bebras mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan. Pada tanggal 15 November, diberikan juga kesempatan latihan soal-soal Bebras yang dilakukan secara online.

Antusiasme siswa-siswi dalam mengerjakan soal-soal Bebras Challenge dapat menjadi tanda bahwa CT dapat diperkenalkan kepada anak-anak dari berbagai usia. Semoga dengan semakin maraknya penyelenggaraan Bebras Challenge di seluruh dunia, CT dapat semakin diperkenalkan sejak usia dini karena konsep-konsep CT dapat diimplementasikan juga dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya dalam pengambilan keputusan, berpikir secara logis dan runut.

by Vania Natali & Claudio Fransiscus