Claudio Franciscus, S.T, M.T

Profil

Nama: Claudio Franciscus, S.T, M.T

E-mail: claudio.franciscus@unpar.ac.id

Status: aktif mengajar

Bidang Keahlian: Pengolahan Citra, Pengolahan Sinyal Digital

Mata kuliah yang diajar:

  • Desain dan Analisis Algoritma
  • Jaringan Komputer
  • Pemrograman Berbasis Objek
  • Pengolahan Citra

Pendidikan:

Informasi Lain

Saya mulai mengajar di Informatika UNPAR pada tahun 2015. Saya memiliki ketertarikan di bidang machine learning, data mining, dan juga telematika. Pada dua tahun terakhir, saya lebih banyak fokus mengajar di mata kuliah-mata kuliah pemrograman.

Ketertarikan saya pada Teknik Informatika bisa dikatakan cukup terlambat, yaitu pada saat saya mengerjakan skripsi S1 di tahun ke 6. Pada awalnya, skripsi saya bertujuan untuk mengetahui bagaimana Quality of Service (QoS) dari jaringan yang menghubungkan beberapa sekolah di papua yang letaknya saling berjauhan. Jaringan antar sekolah di papua ini digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan guru di sekolah-sekolah tersebut. Caranya dengan melakukan video streaming seorang guru yang sedang mengajar di suatu sekolah ke sekolah-sekolah lainnya. Saya mengukur QoS dari jaringan tersebut dengan mengirimkan suatu video dari satu sekolah ke sekolah lain, lalu membandingkan video yang telah dikirimkan (yang mungkin rusak) dengan video aslinya. Dalam membandingkan dua video seseorang harus membandingkan frame dari video satu dengan frame yang bersesuaian pada video yang lainnya. saat membandingkan dua video ini saya memiliki kesulitan karena video yang dikirimkan sering mengalami kerusakan di beberapa detik awal, sehingga saya sulit mengetahui frame-frame mana yang bersesuaian untuk dibandingkan. Pada saat inilah saya berpikir, skripsi ini akan lebih mudah jika saya dapat membuat program untuk membandingkan dua video secara otomatis tanpa campur tangan manusia. Pada akhirnya, judul skripsi saya berubah menjadi “Integrated Audio/Video Performance Test Tool”. Dampak negatif dari perubahan judul skripsi saya ini, saya tidak jadi pergi ke papua, karena yang pergi ke papua, adalah penerus topik skripsi saya yang menggunakan test tool yang saya buat.

Ketertarikan dengan Teknik Informatika ini saya realisasikan dengan mengambil S2 dengan program studi Teknik Informatika. Namun, karena bidang s1 saya adalah Teknik elektro, saya hanya bisa mengambil s2 di bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Walaupun begitu saya tidak putus asa dan mengambil thesis yang tidak terlalu berhubungan dengan Rekayasa Perangkat lunak dengan judul “Text to Speech dalam Bahasa Indonesia dengan Metode Syllable Concatenation”. Pada thesis ini, salah satu hal yang saya pelajari adalah bagaimana program dapat belajar memecah kata menjadi suku kata dengan baik dan benar sesuai aturan pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Hal ini berlanjut pada ketertarikan saya pada bidang machine learning. sejak itu saya memiliki moto “Kalau manusia bisa mengapa komputer tidak bisa?!”

Hingga saat saya lulus S2, saya belum pernah terpikir akan menjadi seorang dosen. Hal ini disebabkan karena saya sebenarnya adalah manusia yang memiliki keingintahuan yang sangat tinggi, sehingga saya adalah tipe manusia yang belajar dan bukan mengajar (walau tugas dosen tidak hanya mengajar). Namun, karena banyaknya ilmu pengetahuan di dunia ini dan keterbatasan waktu manusia untuk mempelajari semua ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini, saya menekan keingintahuan tersebut. Akhirnya saya hanya fokus mendalami ilmu di teknik informatika.

Jika saya ingat akan kata-kata ibu saya di saat saya hampir gagal di pendidikan saya (hampir Drop Out di S1 (6 tahun) dan S2 (3 tahun) walau masih memiliki IP yang cukup(di atas 3)), beliau berkata bahwa saat saya diberi nama Franciscus dan saat dibaptis nama saya menjadi Franciscus Xaverius, dengan nama itu orang tua saya berdoa dan berharap agar saya menjadi manusia seperti santo Francis Xavier, yang tidak hanya religius tetapi juga bergerak dalam pendidikan. dan sepertinya memang sesuai dengan jalan-Nya dan harapan orang tua saya, saya menjadi seorang dosen.

Di luar aktifitas pendidikan, keingintahuan saya meluas ke banyak hal, dari game, Film, Anime, Manga, Musik, alat musik, origami, crafting, knitting, fotografi, olah raga, ilmu bela diri, travelling hingga menulis puisi. Seperti halnya dalam pendidikan, karena keterbatasan waktu, hobi-hobi ini tidak bisa saya dalami sepenuhnya.

X