Kurikulum 2018: Up-to-date dan Dekat dengan Industri

Tahun ajaran 2018/2019 hampir tiba, dan kurikulum pun saatnya diperbarui menjadi Kurikulum 2018.  Tiap lima tahun, kurikulum pada Program Studi Informatika diperbarui. Kurikulum 2018 dibuat dengan melihat kelebihan dan kekurangan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013 yang didapat dari mahasiswa yang telah lulus dengan menggunakan kurikulum tersebut dan masukan dari pengguna lulusan.

Dari alumni, data yang didapat adalah rata-rata waktu tunggu kerja yang hanya 1,35 bulan saja dan mereka bekerja di tempat yang sesuai dengan keahlian baik sebagai software developer, technopreneur, dan profesional di bidang IT lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa dari kurikulum 2013, alumni Program Studi Informatika sudah mendapatkan bekal yang cukup untuk cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, yaitu Bidang Informatika. Dari pengguna lulusan, kelebihan dari alumni Program Studi Informatika adalah memiliki pemahaman dasar dan kemampuan teknis pemrograman yang kuat, serta mudah beradaptasi sehingga mudah bekerja sama dalam tim. Yang dapat diperbaiki, alumni terkadang merasa rendah diri karena kurangnya pengalaman kerja praktek, softskill, dan kemampuan pemrograman pada platform yang berbeda. Dengan pertimbangan kelebihan dan kekurangan tersebut, Kurikulum 2018 dibuat dengan arahan yang tetap sama, yaitu penekanan pada kemampuan dasar, kemampuan menyelesaikan masalah dan kemampuan membangun perangkat lunak.

Kurikulum 2018 terdiri dari 100 sks mata kuliah wajib, 14 sks mata kuliah umum, dan 30 sks mata kuliah pilihan. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, pada Kurikulum 2018 tidak ada lagi kuliah pilihan wajib. Beberapa dari mata kuliah pilihan wajib berubah menjadi mata kuliah wajib pada Kurikulum 2018. Hal ini dilakukan karena seiring dengan perkembangan IPTEK dan kebutuhan industri, beberapa mata kuliah pilihan wajib seperti Pemrograman Berbasis Web, Pemrograman pada Aplikasi Bergerak, dan Teknologi Basis Data yang sebelumnya bukanlah ilmu dasar, mulai bergeser menjadi ilmu dasar.

Pada Kurikulum 2013, paradigma pemrograman yang digunakan hanyalah pemrograman berorientasi objek. Paradigma ini diajarkan sejak semester pertama bersamaan dengan dasar pemrograman. Dengan pendekatan ini, banyak mahasiswa baru yang sama sekali belum mempunyai dasar pemrograman mengalami kesulitan. Terkadang ada mahasiswa yang paham paradigma orientasi objek saja, ada mahasiswa yang paham dasar pemrogramannya saja, dan bahkan ada banyak pula mahasiswa yang gagal dalam memahami keduanya. Oleh karena itu, pada Kurikulum 2018, mahasiswa diajak untuk mengenal terlebih dahulu bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahan secara sistematis pada mata kuliah Computational Thinking. Kemudian mahasiswa akan diajarkan dasar pemrograman dengan menggunakan paradigma prosedural. Setelah mahasiswa memiliki kemampuan problem solving dan dasar pemrograman yang cukup, mahasiswa baru dikenalkan dengan paradigma orientasi objek.

Di bidang apapun, mahasiswa selalu lemah dalam membuat dokumentasi dan melakukan presentasi. Di bidang informatika, banyak orang berpikir bahwa perangkat lunak adalah segalanya, produk utama, atau hasil paling akhir. Namun, pada kenyataannya, baik di dunia pendidikan maupun di dunia kerja, perangkat lunak harus disertai dengan dokumentasi yang baik, sehingga pengembangan dapat dilakukan dengan lebih mudah, dan lebih murah. Selain dokumentasi, penyampaian secara lisan mengenai perangkat lunak pun sangat penting. Penyampaian yang kurang baik, akan mengakibatkan pendengar menjadi tidak tertarik dengan hasil yang telah dibuat, dalam hal ini adalah perangkat lunak. Mata kuliah yang berhubungan dengan bagaimana cara membuat dokumentasi yang baik, sudah ada sejak kurikulum terdahulu. Tetapi sarana untuk mendapatkan ilmu yang berhubungan dengan presentasi masih belum ada. Oleh karena itu, pada Kurikulum 2018, diadakan mata kuliah baru bernama teknik presentasi.

Dalam rangka memperbanyak pengalaman kerja praktek, pada Kurikulum 2018, Mata kuliah Kerja Praktek ditambah satu buah dengan jumlah 5 sks. Selain itu pada Kurikulum 2018 ini juga, selain mata kuliah Skripsi ada pula mata kuliah Tugas Akhir sebagai alternatif. Mata kuliah Skripsi lebih menekankan hal-hal yang bersifat teoritis. Sedangkan mata kuliah Tugas Akhir lebih bersifat praktek di mana mahasiswa akan ikut ambil bagian dalam mengerjakan suatu proyek pada suatu perusahaan. Bergantung pada lama kerja mahasiswa saat mengerjakan proyek tersebut, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah Tugas Akhir bersamaaan dengan mata kuliah Kerja Praktek untuk pekerjaan yang sama.

Bidang informatika sangatlah luas. Mahasiswa terkadang bingung, dalam mengambil mata kuliah. Bagi pengguna lulusan pun, sangatlah sulit untuk mengetahui kemampuan mahasiswa hanya dengan melihat Ijasah dan transkrip nilai. Oleh karena itu, pada Kurikulum 2018, dibentuklah jalur peminatan. Ada enam buah jalur peminatan yang disediakan seperti:

  • Pemodelan dan Optimasi
  • Pengolahan Media Informasi
  • Pembangunan Perangkat Lunak Game
  • Keamanan Informasi
  • Sistem Informasi
  • Analisis Data dan Big Data

Untuk bisa mengambil suatu jalur peminatan, mahasiswa harus mengambil beberapa mata kuliah yang termasuk ke dalam jalur peminatan tersebut. Dengan adanya jalur peminatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memilih mata kuliah yang sesuai dengan keinginannya dalam mendalami suatu bidang informatika. Mahasiswa yang telah mengambil suatu jalur peminatan, jalur peminatan tersebut akan ikut dicantumkan pada saat kelulusan. Dengan begitu, pengguna lulusan diharapkan dapat lebih mudah dalam melihat kualitas seorang mahasiswa.

Dengan kurikulum 2018 ini, sesuai dengan visi dan misi Program Studi Informatika UNPAR, diharapkan kelebihan dari Kurikulum 2013 dapat dipertahankan dan kekurangan dari Kurikulum 2013 dapat diatasi, sehingga mahasiswa yang lulus dapat memiliki hard skill dan soft skill yang sesuai dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan industri.

by Claudio Franciscus