Satu Perak dan Dua Perunggu pada UPC 2017

Mahasiswa FTIS Unpar kembali berhasil meraih prestasi membanggakan pada kompetisi internasional University Physics Competition (UPC) 2017. Tim yang terdiri atas Muhammad Arifin Dobson (Fisika), Maria Gabriella Hadinata (Matematika) dan Liem Jonathan Dharmaatmaja (Matematika) berhasil meraih medali perak dalam kompetisi tersebut.

Dalam kompetisi ini para peserta harus menjawab soal yang bersifat open ended dalam waktu 48 jam. Sebelum kompetisi berakhir, peserta harus menulis jawaban mereka dalam bentuk paper ilmiah. Dalam kompetisi UPC 2017, Arifin, Maria dan Jonathan membuat rencana perjalanan optimal ke Mars bagi sebuah roket yang didorong oleh soal sail. Tim lain dari FTIS Unpar yang terdiri dari Dini Widiana (Fisika), Nadya Tjindra (Matematika) dan Glenn Reysan (Teknik Informatika) mendapatkan medali perunggu dengan menjawab persoalan yang sama.

Satu medali perunggu dipersembahkan oleh tim yang terdiri atas Stevanus Setiawan (Fisika), Elwin (Matematika) dan Edward Kevin (Matematika). Berbeda dari dua tim sebelumnya, persoalan yang dipecahkan oleh tim ini adalah menentukan medan magnet yang diperlukan untuk mengarahkan roket ion.

Kompetisi UPC 2017 merupakan kompetisi internasional yang diikuti oleh 265 tim dari berbagai negara seperti Polandia, Tiongkok, Spanyol, Hongkong, India, Amerika Serikat, Norwegia dan Kanada. Selamat kepada mahasiswa FTIS. Semoga dapat terus mempertahankan hasil yang diperoleh.

by Risti Suryantari, cross posted dari Situs Web Fisika